There was an error in this gadget

Monday, September 7, 2009

Seminar 9 Pillars of LSPR

Dalam rangka menyadarkan, serta menumbuhkembangkan pribadi mahasiswa LSPR, khususnya batch XI, maka pada hari Selasa, 22 Januari 2008, The London School of Public Relations mengadakan seminar ‘9 Pillars of LSPR’. Pembicara pada seminar ini adalah student counselor kampus A, Mr. Arnold Pa’alam, dan salah satu dosen LSPR, Mrs. Veronica.
Seminar diawali oleh Mr.Arnold Pa’alam, yang menumbuhkan kesadaran mahasiswa bahwa sebagai manusia, kita semua sangat berharga. Sebagai contoh, Mr.Arnold mengisahkan bagaimana manusia saat berada dalam rahim harus bersaing dengan 36 juta sel, sehingga bisa menjadi manusia yang utuh. Seminar kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video singkat tentang pentingnya menjadi manusia yang memiliki vision. Hidup yang tearah melalui vision ini amat penting karena akan menentukan ke mana kita akan melangkah dalam hidup kita. Dengan adanya vision, kita dapat mengubah dunia. Namun perlu untuk di garis bawahi bahwa meskipun kita memiliki vision, namun tanpa action, hanya kaan menghasilkan mimpi semata. Sebaliknya, action tanpa vision hanya akan menjadikan usaha kita sia-sia karena tak terarah.

Dalam proses meraih vision kita, akan sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai (values) yang kita pegang dan percayai. Values sebagai kualitas kita secara personal juga akan mempengaruhi sikap dalam kehidupan sosial. Values dapat kita rasakan baik dalam situasi yang menyenangkan ataupun yang menyedihkan. Dengan memiliki values yang baik, dan mempraktekkannnya secara konstan, kita akan lebih mudah untuk meraih kesuksesan yang kita inginkan dalam hidup, inilah tujuan yang ingin dicapai melalui seminar ini. Values akan mempengaruhi bagaimana kita bersikap (attitude). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa untuk mencapai vision, diperlukan praktek values yang positif, sehingga kita memiliki attitude yang selalu positif untuk meraih kesukseskan. Mr.Arnold memberikan sebuah pemahaman bagaimana sikap kita akan menentukan kesukseskan kita melalui contoh berikut :
Alphabet A-Z memiliki nilai 1-26, maka
H-A-R-D-W-O-R-K : 8+1+18+4+23+15+18+11 = 98% kesuksesan
K-N-O-W-L-E-D-G-E : 11+14+15+23+12+5+4+7+5 = 96 % kesuksesan
A-T-T-I-T-U-D-E : 1+20+20+9+20+21+4+5 = 100% kesuksesan
Dapat kita lihat bahwa ATTITUDE lah yang akan menjamin kesuksesan kita 100%, dan karenanya, Mr.Arnold menitip pesan agar kita selalu menjaga attitude kita kepada semua orang.
Setelah menjelaskan mengenai vision, values, dan attitude, seminar dilanjutkan dengan membahas 3 pilar LSPR, yaitu honesty oleh Mr.Arnold, Politeness dan Respect oleh Ms.Veronica. Sedangkan pilar-pilar lainnya akan dijelaskan kembali setelah mahasiswa menginjak semester 2.
Honesty dalam pilar-pilar LSPR memiliki arti kejujuran pada diri sendiri, keluarga, lingkungan, dan kepada institusi. Selain itu, ditenkankan bahwa honesty juga berarti sikap jujur pada diri kemampuan diri sendiri. Dengan kejujuran, kita dapat memerdekan diri. Sebaliknya dengan bersikap tidak jujur dan terus menerus mengulanginya, kita bisa saja mempercayai kebohongan kita sendiri. Konsekuensi dari ketidakjujuran dapat menyebabkan tidak adanya orang yang mempercayai kita, kekurangan teman, semakin sulit meraih kesuksesan, dan tidak memiliki kehidupan yang menyenangkan.
Pilar kedua adalah Politeness, yang berarti sikap menghargai orang lain ketika kita sedang berbicara atau bersikap. Bersikap polite dapat ditunjukkan melalui 3 cara, yaitu berbuat kebaikan, mendengarkan (listening), dan bersikap sensitif kepada orang lain. Berbuat kebaikan (kindness) berarti bersikap penuh perhatian, memahami, lembut, dan ramah. Mendengarkan (listening) berarti kita tidak hanya mendengar perkataan orang, namun menghayati arti dari perkataannya. Selain itu, tidak menginterupsi setiap kali orang berbicara, tidak membuat keributan, dan interaktif. Memiliki sifat sensitif kepada orang lain memiliki arti bahwa kita tidak egois, kita berempati, dan saling toleransi.
Pilar ketiga adalah Respect. Respect berarti eskpresi dari sikap menghargai orang lain dan diri sendiri, dan menghargai integritasnya. Untuk meraih respect dari orang lain kita harus memiliki sikap yang saling menguntungkan satu sama lain, berbicara sesuai dengan apa yang akan kita lakukan, dan menghasilkan pekerjaan-pekerjaan yang melebihi ekspetasi orang lain. Sebagai catatan, bahwa dalam meraih respect, kita harus melakukan hal-hal di atas secara konsisten. Dengan memiliki respect dari orang lain, kita akan jauh lebih mudah berinteraksi dengan lingkungan. Untuk diri sendiri, kita akan mendapat kepercayaan, memiliki nilai-nilai positif, dan akan membuat diri kita pribadi menjadi senang. Dalam menjelaskan pilar ini, Mrs.Veronica memberikan contoh bagaimana Whitney Houston tidak menghargai dirinya sendiri dengan terus menerus mengonsumsi narkoba. Whitney Houston pada era 1980-1990 merupakan penyanyi yang sangat dihargai oleh dunia. Namun setelah apa yang dilakukan pada dirinya sendiri, Whitney Houston akhirnya tidak lagi dianggap sebagai penyanyi kelas dunia, dilupakan dan akhirnya terbuang. Hal ini menunjukkan bahwa jika kita tidak menghargai diri sendiri, kita akan sulit bergaul dan terlebih, kita akan dilupakan.
Secara keseluruhan, seminar 9 Pillars of LSPR berjalan dengan baik dan cukup berguna untuk para mahasiswa. Hal-hal mendasar yang penting dalam hidup kita seringkali dilupakan begitu saja. Dengan kembali belajar untuk memiliki visi dalam hidup, menerapkan nilai-nilai positif, menjadi pribadi yang jujur, memiliki sikap yang baik pada semua orang, dan menghargai diri sendiri dan orang lain, kita dapat kembali mengevaluasi diri masing-masing. Sebagai mahasiswa, sudah sepantasnya memiliki dan mempraktekkan sikap-sikap tersebut untuk meraih kesuksesan dalam hidup.

No comments:

Post a Comment