There was an error in this gadget

Wednesday, October 7, 2009

The 8th Habit

Dibawah ini adalah book review untuk mata kuliah Professional Studies di Semester 3. Buku yang saya pilih adalah salah satu buku paling terkenal di dunia, The 8th Habit karangan Stephen R.Covey.

Buku The 8th Habit merupakan karangan Stephen R.Covey. Buku ini merupakan lanjutan dari buku sebelumnya, The 7th Habits of Highly Effective People. Dalam buku ini, dijelaskan mengenai konsep-konsep menjadi orang yang efektif sehingga terbentuk pribadi seorang pemimpin.

Sebelum membahas mengenai ke-8 kebiasaan baik, Stephen R.Covey menjelaskan 2 prinsip dasar sebelum membentuk kebiasaan-kebiasaan yang efektif tersebut. Kedua prinsip ini adalah paradigma dan prinsip. Paradigma adalah bagaimana kita melihat sesuatu menggunakan sudut pandang tertentu. Dalam buku ini dijelaskan bahwa paradigma yang digunakan haruslah paradigma yang berdasarkan prinsip hidup. Prinsip hidup dapat berupa kejujuran, pelayanan, kasih, kerja keras, hormat, rasa syukur, loyalitas, tanggung jawab, integritas, dsb.

Setelah menemukan paradigma dan prinsip hidup kita, barulah kita dapat mempraktekkan 8 kebiasaan efektif ini, yang terdiri dari:
1. Proaktif
Proaktif berarti bertanggung jawab dalam setiap aspek dalam hidup kita. Dengan bertanggung jawab dalam hidup, kita pun akan termotivasi untuk terus mengambil inisiatif dalam melakukan suatu pekerjaan.
2. Memiliki visi
Sebagai seorang pemimpin, kita perlu mengetahui apa yang kita inginkan dalam hidup kita. Keinginan kita tersebut dapat berupa keinginan jangka panjang atau sekedar keinginan jangka pendek. Namun keinginan-keinginan kita haruslah sesuai dengan prinsip-prinsip dan saling mendukung untuk mencapai tujuan terbesar hidup kita.
3. Dahulukan yang utama.
Seorang pemimpin harus mampu menyusun prioritas untuk setiap aktivitas yang ia lakukan dalam hidupnya. Prioritas tersebut haruslah mengarah para visi besar hidup seseorang.
4. Berpikir menang-menang
Sebagai manusia, kita tidak mungkin dapat melepaskan diri untuk berhubungan dengan orang lain. Karena itulah dibutuhkan paradigm menang-menang untuk setiap persoalan yang kita temui. Keputusan kita tidak boleh hanya menyenangkan untuk sepihak, namun harus juga menyenangkan untuk pihak lain.
5. Memahami terlebih dahulu, baru dipahami
Seorang pemimpin harus dapat memahami orang lain, terutama yang bekerjasama dengannya. Dengan menjadi pendengar yang baik, kita dapat mengerti kebutuhan orang tersebut. Pada akhirnya, kita tahu solusi yang terbaik untuk menghadapi seseorang. Dari sanalah akan timbul saling pengertian, sehingga kita pun akan dipahami oleh orang tersebut.
6. Wujudkan sinergi
Kebiasaan ini adalah membentuk kerjasama dalam kerja tim. Sinergi artinya mencari penyelesain terhadap suatu permasalahan dengan mencari jalan terbaik yang menguntungkan kedua belah pihak meskipun terdapat perbedaan prinsip.
7. Mengasah gergaji
Mengasah gergaji artinya memperbaharui diri kita secara berkala. Mempelajari hal-hal yang baru untuk bias terus membentuk pribadi seorang pemimpin.

Stephen R.Covey menambah satu kebiasaan lagi yang harus dimiliki yaitu ‘membantu orang lain untuk menemukan diri mereka yang sejati’. Artinya sebagai pemimpin kita harus dapat menjadi inspirasi untuk orang lain sehingga orang tersebut dapat menjadi pemimpin untuk dirinya sendiri dan kemudian ia pun dapat menjadi inspirasi untuk orang lain, konsep ini akan membentuk regenerasi kepemimpinan.

No comments:

Post a Comment